“Harapannya, produktivitas makin meningkat dan santri bisa terus mengoptimalkan pembelajaran hingga hasilnya bisa dimanfaatkan oleh santri,” tukas Yury.
Selain itu, upaya lain terus dilakukan oleh Yury dalam menyusun program pemberdayaan bagi para santri.
“Sejauh ini program pemberdayaan santri yang sudah dilakukan, salah satunya adalah menjahit, budidaya ternak kambing dan ke depan kami akan upayakan untuk masuk lahan pertanian seperti budidaya cabai,” tambahnya.
Yury berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan terhadap Pondok Pesantren yang sudah dilakukan sosialisasi oleh SDG.
Hal tersebut dilakukan agar proses pelatihan dapat terkontrol hingga para santri bisa mengimplementasikan di masyarakat.
“Kalau dampak langsung sih belum, semuanya masih proses, tetapi kami akan kawal terus dengan melakukan pendampingan secara berkesinambungan,” tandasnya.
Sementara, Lurah Pondok Pesantren Darul Mutaalimin, Zen Solihin mengatakan, softskill para santri sudah diupayakan dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM santri terampil dalam mengelola unit usaha di bidang peternakan.
