Rapat Koordinasi percepatan pembangunan Bendungan Karangnongko dilakukan Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama Pemerintah Kabupaten Blora pada akhir April 2023 lalu. Saat ini progres pembangunan bendungan telah memasuki tahap persiapan pengadaan lahan untuk wilayah Blora.
Kepala BBWS Bengawan Solo Maryadi Utama berharap dukungan seluruh pihak untuk percepatan pembangunan Bendungan Karangnongko.
“Semoga pembangunan bendungan yang masuk Proyek Strategis Nasional ini dapat berjalan lancar sesuai target dan nantinya memberikan manfaat dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata Maryadi Utama.
Bendungan Karangnongko secara teknis memiliki luas genangan 1.026,55 hektare dengan kapasitas tampung efektif 59,1 juta m3. Bendungan ini diproyeksikan dapat menyuplai air irigasi di kawasan Solo Valley Werken seluas 62.000 hektare.
Solo Valley Werken sendiri merupakan program pembuatan jaringan irigasi dan pembangunan pengendalian banjir sejak zaman Pemerintah Hindia Belanda yang membentang dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, dan Surabaya.
