“Tujuan pertama berusaha membuka pori-pori pikiran kita agar mampu memberi dasar ontologic soal mengapa etika, khususnya etika pemerintahan hingga patut diperbincangkan dulu, kini, dan akan datang,” ujarnya.
Selain itu, tujuan berikutnya yaitu memberi dasar epistemologi yang memungkinkan masyarakat untuk memahami bahwa etika dapat didorong ke ruang publik sebagai panduan rasional dalam interaksi mereka yang diperintah dan memerintah. Sementara pada tingkat praksis, etika dapat memandu masyarakat mengarungi aktivitas lewat organisasi, termasuk organisasi paling kompleks yaitu negara dan pemerintahan. (ahmad)
