Penny menambahkan bahwa diplomasi budaya merupakan unsur pencapaian prioritas politik luar negeri sesuai dengan UU No. 37 Tahun 1999. Kementerian luar negeri kata penny bertugas melakukan helicopter view atas suatu isu dengan miliki data dan info yang bersifat sensitif.
Penny mengingatkan bahwa diplomasi kebudayaan harus efektif dan bermanfaat dengan mengedepankan beberapa hal antara lain melibatkan sinergi lintas pemangku kepentingan, cermat & hati-hati, dan memiliki strategi yang jelas & terukur. Diakhir paparannya, penny berpesan Arti penting pencatatan arsip pada MOW merupakan Bukti pengakuan internasional dan Inspirasi dan pembelajaran bagi seluruh masyarakat dunia.
Diakhir pemaparan, Ketua Harian Komisi Nasional Untuk UNESCO (KNIU) Itje Chodijah menyampaikan bahwa Pada dasarnya, Memory of the World bertujuan melestarikan kekayaan bangsa-bangsa di dunia dalam bentuk “warisan budaya terdokumentasi /documentary heritage” karena mengandung nilai tinggi. Itje mengatakan bahwa pengajuan Memory of The World berlangsung setiap 2 tahun sekali.
