Bila dilihat impor golongan penggunaan barang mulai dari Januari–Mei 2023 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang modal senilai USD2.189,6 juta (16,22 persen) dan barang konsumsi USD378,8 juta (4,85 persen). Sementara impor bahan baku/penolong turun USD6.169,6 juta (8,35 persen),
Secara keseluruhan soal kinerja impor pada Mei 2023 mencatat kenaikan sebesar 38,65 persen secara bulanan (mtm). Moh Edy Mahmud juga menjelaskan, kenaikan impor tersebut merupakan pola musiman yang terjadi setiap tahunnya selepas Hari Raya Idulfitri atau pascalebaran.
Dalam tiga tahun terakhir, seperti yang terjadi di ekspor, pascalibur lebaran, impor selalu menunjukkan pola meningkat,” ujarnya.
Berkaitan dengan kinerja neraca perdagangan periode Mei 2023, beberapa kalangan praktisi keuangan telah memberikan ramalan bahwa kinerjanya diramal anjlok.
Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan, surplus neraca perdagangan akan turun signifikan pada periode tersebut, sebagai dampak dari penurunan harga komoditas, utamanya batu bara.
