“Untuk neraca dagang Mei 2023 kami prediksi turun surplusnya ke USD1 miliar,” katanya.
Realitasnya, neraca perdagangan periode Mei 2023 ternyata tetap mencatat surplus USD0,44 miliar yang didapatkan dari nilai ekspor yang mencapai USD21,72 miliar dan impor sebesar USD21,28 miliar.
Demikian pula soal melonjaknya impor, khususnya impor asal Tiongkok secara umum pada Mei 2023 yang melonjak hingga 38,65 persen secara bulanan (mtm) menandakan bahwa perekonomian domestik membaik.
Sementara itu, ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman menilai, peningkatan yang signifikan tersebut juga didukung oleh optimisme yang membaik terhadap prospek ekonomi domestik Indonesia yang terlihat tangguh di tengah risiko perlambatan ekonomi global.
“Impor dari China didominasi barang modal, artinya barang produktif. Jadi akan bagus dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ungkapnya. (ahmad)
