“Setelah set satu selesai, saya ke toilet. Cari cara supaya bisa mengubah permainan. Akhirnya, saya ubah polanya. Dari adu pukulan, yang kenceng-kencengan, bolanya sedikit kita lambatin. Lawan beberapa kali melakukan unforced error. Itu membuat mentalnya sedikit kurang confidence,” tutur petenis asal Banjarmasin yang besar di Jawa Timur itu.
Pada set penentuan, Tole nyaris mengulang kesalahan. Unggulan ketujuh ini tertinggal tiga poin usai kehilangan servis pertama. Nasib baik, ia mampu menghentikan momentum lawan dengan menjaga servis keduanya. Ia pun balas mengambil servis lawan untuk poin ketiganya, sehingga menempel ketat poin, 3-4.
Sayangnya, Tole masih belum mampu menyamakan kedudukan. Ia lagi-lagi kehilangan bolanya. Tidak berlarut dalam keterpurukan, ia langsung membayar lunas kesalahannya. Dua poin sekaligus ia bungkus. Skor jadi seri, 5-5.
Tole sekali lagi berada di ujung tanduk, dalam kedudukan 6-5. Ia hampir kehilangan servis serta laga ini. Sebiji lagi poin bagi lawan, petenis yang menjalani tiga belas turnamen ITF pada tahun ini bisa menyelamatkan diri.
