Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Beda Lahar Panas dan Lahar Dingin, Begini Penjelasannya
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Tekno/Science > Beda Lahar Panas dan Lahar Dingin, Begini Penjelasannya
Tekno/Science

Beda Lahar Panas dan Lahar Dingin, Begini Penjelasannya

Timur
Timur Published 23 Jul 2023, 23:58
Share
4 Min Read
Banjir lahar dingin di Lumajang Jawa Timur yang berasal dari Gunung Semeru.
Banjir lahar dingin di Lumajang Jawa Timur yang berasal dari Gunung Semeru. Foto: IG gmnu_official
SHARE

Mirzam melihat, bahwa masyarakat saat ini cenderung hanya waspada terhadap bahaya primer dari letusan gunung berapi seperti lava dan juga awan panas. “Namun, saat erupsinya selesai, kita menganggap bahwa kondisinya sudah aman. Padahal bahaya-bahaya sekunder masih mengintai dan membuat kita lengah,” ungkapnya.

Erupsi terakhir suatu gunung selalu meninggalkan material yang belum terkonsolidasi. Terkadang, jeda erupsi bisa mencapai waktu 6 bulan. Inilah yang membuat masyarakat merasa seolah aman sehingga tidak waspada dengan bahaya sekunder. Jika gunung terakhir meletus pada awal musim kemarau, maka lahar dingin pertama bisa terjadi pada awal musim hujan.

“Enam bulan kemudian masyarakat tidak tahu, terutama yang jauh dari kerucut gunung api, jadi yang jauh dari itu tidak mendapat informasi bahwa di hulu sana sedang hujan, akibatnya bisa kita lihat seperti di video yang tersebar, air tiba-tiba meluap saat orang masih di sekitar sungai,” ujarnya.

Namun, untuk menghasilkan banjir lahar dingin, suatu gunung harus memiliki volume material yang banyak sehingga terjadi tumpukan di gunung. “Jika kita punya banyak tapi tersebar luas, akibatnya kita tidak punya ketebalan tertentu sebagai bahan baku lahar. Sedangkan jika volumenya sedikit, tapi terus menumpuk bisa menjadi sesuatu yang banyak,” ujarnya. Tumpukan material ini bisa berasal dari letusan kecil gunung api yang terus terjadi secara repetitif.

Baca Juga

KAMPUS ITB
ITB Masuk Jajaran Top 100 Dunia di QS WUR by Subject 2026
Pasca-Erupsi Semeru, Pengungsi Mulai Kembali ke Rumah, Petugas Fokus Pembersihan Material
Basarnas Evakuasi Ratusan Warga Lumajang Antisipasi Potensi Bahaya Letusan Susulan Gunung Semeru
Previous Page123Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Awan Panas, banjir lahar dingin, gunung semeru, itb, lahar, lahar panas, lava, lhar dingin, vulkanologi
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Harry Styles tampil dengan busana berwarna biru dan kuning. Madame Tussauds Sambut Patung Lilin Harry Styles Dalam Koleksi Patung Lilin Pesohornya
Next Article SIM keliling untuk wilayah DKI Jakarta ada di lima titik. Foto: Instagram @poldametro Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini Senin 24 Juli 2023

TERPOPULER

TERPOPULER
Latihan bersama simulasi Joint Exercise Business Continuity Management System (BCMS) Tumpahan Minyak melibatkan 30 stakeholder, di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/5/2026). Foto: Joesvicar Iqbal/ipol.id
Ekonomi

KSOP Tanjung Priok Inisiasi BCMS, Integrasikan 30 Stakeholder Hadapi Krisis Pelabuhan

Politik
Angka Nikah Siri di Pulau Seribu Tinggi, Legislator PKS Harap Orangtua Lindungi Anak Perempuan
12 May 2026, 13:45
Nasional
BPJS Ketenagakerjaan Rawamangun Serahkan Santunan JKM Rp42 Juta ke Ahli Waris PPSU di Momen Hari Buruh
12 May 2026, 11:30
Ekonomi
Dekatkan Layanan ke Warga, BPJS Ketenagakerjaan Plaza BPJamsostek Buka Booth di Tebet Eco Park Sepanjang Mei
12 May 2026, 08:25
Politik
Pembahasan RKPD 2027 Molor, Diduga Pengaruh Isu Pergantian Ketua DPRD DKI
12 May 2026, 17:51
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?