Gunung Semeru merupakan salah satu tipe gunung yang memiliki karakteristik material vulkanik yang berat. Sehingga ketika meletus, sebagian besar material vulkaniknya tidak tersebar ke seluruh tempat melainkan menumpuk akibat massanya yang berat. Air hujan yang turun dan kombinasi dengan kemiringan lereng bisa menyebabkan terjadi aliran massa. Banjir lahar dingin dapat bergerak jauh karena terdapat percabangan sungai. “Jika bergerak bersama aliran sungai, maka lahar sudah terbentuk dengan otomatis,” ujarnya.
Oleh karena itu, beliau memberikan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya bencana seperti ini. “Kita bisa menghindari bahaya dengan tinggal di tempat yang jauh dari sungai, terutama sungai yang berkelok,” ujarnya. Kelokan ini membuat lahar tampias ke kanan atau ke kiri sungai sehingga lebih berbahaya.
Selain itu, perlu juga adanya papan informasi terkait peringatan sungai mana yang kira-kira akan dialiri lahar. Lalu ada papan informasi mengenai tempat berkumpul ketika terjadi banjir lahar dingin. Terakhir, beliau mengimbau agar waspada jika bagian hulu terlihat gelap dan segera keluar dari teras sungai karena kemungkinan sedang hujan di hulunya. (tim)
