Bahkan akses kendaraan roda empat kini sudah dilarang melintas di Jalan Mesjid Bendungan untuk mencegah kondisi kian memburuk. Sehingga hanya dapat dilintasi pejalan kaki dan pengendara motor.
“Kalau lewat sini pas hujan deras itu warga khawatir. Apalagi jalan yang ambles berbatasan dengan TPA (Taman Pendidikan Alqur’an). Orang tua kalau jemput anaknya khawatir,” katanya.
Menurutnya, Jalan Mesjid Bendungan amblas akibat turap aliran Kali Baru yang berbatasan langsung dengan jalan rusak, sehingga ketika debit air naik arus langsung mengikis tanah.
Munadi mengatakan, tidak mengetahui pasti alasan perbaikan turap aliran Kali Baru dan amblesnya Jalan Mesjid Bendungan hingga kini tidak kunjung terealisasi.
Padahal sejak awal kejadian dia sudah melaporkan kejadian langsung kepada Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar, dan diketahui jajaran Sudin Sumber Daya Air (SDA) serta Sudin Bina Marga.
“Sebelumnya sudah sempat ditinjau sama Kasi-kasi (Kepala Seksi) dinas terkait. Tapi enggak tahu kenapa sampai sekarang enggak ditangani. Saya belum dapat informasi resmi,” ujarnya.
