Sehingga butuh perbaikan turap dari Sudin SDA, dan perbaikan jalan ambles dari Sudin Bina Marga Jakarta Timur agar kondisi Jalan Mesjid Bendungan kembali normal.
“Setelah ambles tambah parah saya telpon (pihak Pemkot Jakarta Timur). Katanya malah mau ditutup atasannya doang pakai aspal. Ya kalau ditutup saja ambles lagi, karena di bawah erosi,” katanya.
Munadi menolak penanganan sementara dengan cara diaspal karena menurutnya, hal tersebut tidak menyelesaikan masalah, justru membahayakan warga ketika melintas.
Dia khawatir bila jalan hanya diaspal pengendara roda empat yang mengira bahwa kondisi Jalan Mesjid Bendungan sudah diperbaiki total, padahal secara konstruksi membahayakan.
“Makanya saya enggak mau cuman dilapis atasannya doang. Harus dirapihkan sesuai struktur bangunan. Sejak saya ngomong begitu sampai sekarang belum ada respon,” tambahnya.
Lambatnya respon dari Pemkot Jakarta Timur membuat kondisi kian memburuk, dari yang awalnya hanya amblas 3 sentimeter kini sudah mencapai kedalaman 15 sentimeter.
