Munadi menjelaskan, akibat perbaikan yang tidak kunjung dilakukan, dia dicerca warganya setiap hari mengeluhkan kondisi Jalan Mesjid Bendungan.
“Warga saya sendiri ‘menyerang’ RW, kenapa pak RW diam saja. Warga setiap hari pada lapor, kenapa pak RW diam saja,” ujar Munadi.
Mereka mengeluh kepada Munadi sebagai pengurus lingkungan karena dianggap hanya diam dan tidak melaporkan kejadian ke tingkat Pemkot Jakarta Timur sehingga kondisi jalan kian memburuk.
Padahal sejak awal kejadian bulan Februari 2023 lalu, Munadi secara langsung sudah melapor kepada Wali Kota Jakarta Timur agar Jalan Mesjid Bendungan cepat diperbaiki.
“Saya sudah ngomong langsung ke pak Wali Kota. Dari waktu ambles masih 3 sentimeter saya lapor ke pak Wali Kota yang datang saat Musrenbang tingkat Kelurahan,” tukas dia.
Munadi menambahkan, saat dia melapor Wali Kota Jakarta Timur, Anwar menanggapi aduan, bahkan menginstruksikan jajaran Sudin Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Jakarta Timur bertindak cepat.
Karena Jalan Mesjid Bendungan yang ambles dipicu kondisi turap Kali Baru yang sudah berlubang, sehingga saat debit air naik arus seketika menggerus kontur tanah jalan.
