Lebih lanjut, Ogi menyampaikan bahwa literasi digital juga berperan dalam membuka akses ke peluang investasi yang lebih luas melalui platform investasi berbasis digital dengan disertai pemahaman risiko dan mekanisme investasi yang baik.
Selain itu, literasi digital mendorong masyarakat untuk mengambil keputusan investasi yang lebih cerdas dan sifatnya jangka panjang.
Dalam kesempatan tersebut, Ogi juga mengingatkan mahasiswa untuk mewaspadai risiko dan modus penipuan yang baru seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi dan layangan keuangan digital.
“Dengan memahami prinsip dasar keamanan siber dan menjaga informasi sensitif yang kita miliki, maka kita dapat memitigasi potensi risiko yang terkait dengan keamanan siber dan penyalahgunaan data pribadi dalam layanan keuangan digital,” kata Ogi.
Ketua STIE Ekuitas Prof. Mokhamad Anwar, Ph.D. yang turut hadir mengungkapkan harapannya agar mahasiswa sebagai generasi Z dan Milenial yang memiliki potensi besar menjadi pengguna terbesar layanan keuangan digital di masa depan dapat memahami proses bisnis layanan keuangan digital, memahami risiko dan mitigasi risiko yang perlu disiapkan.
