IPOL.ID — Sebagai upaya mendukung sektor perikanan berskala kecil melalui akses rantai dingin, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) bekerja sama dengan Deutsche Gesselschaft für Internationalle Zusammenarbeit (GIZ) serta kolaborasi sektor swasta dan investor lokal, membangun fasilitas pembuat es balok bertenaga surya (solar ice maker) berlokasi di Sulamu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Dengan adanya solar ice maker yang kami bangun dengan memanfaatkan tenaga surya, kita bisa membuat ice blocks yang bisa mengawetkan produksi ikan hasil tangkapan nelayan dan berdampak positif meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah Sulamu”, tutur Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Andriah Feby Misna dalam dalam kegiatan Diseminasi Hasil Asesmen Dampak Sosial dan Ekonomi Fasilitas Solar Ice Maker Sulamu, di Jakarta, baru-baru ini.
Solar ice maker di Sulamu, dilansir PR Newswire dapat menghasilkan es balok hingga 1 ton per hari. Teknologi ini juga menggunakan pendingin natural R290, membuatnya seratus persen bebas emisi karbon.
