Sebelum adanya fasilitas ini, demi menjaga kualitas hasil tangkapan harian, nelayan lokal di Sulamu harus mengambil pasokan es balok dari Kupang dengan menempuh perjalanan laut setidaknya selama setengah jam. Menurut data Badan Pusat Statistik NTT, potensi produksi ikan Sulamu di atas 1.000 ton, dimana lebih dari setengahnya mengalami penurunan kualitas ataupun terbuang akibat penyimpanan yang buruk.
Kehadiran solar ice maker juga menjadi sumber pasokan es balok berkualitas, dengan tingkat ketahanan yang lebih tinggi dibanding es plastik produksi rumahan yang selama ini menjadi salah satu opsi pendingin utama bagi nelayan di Sulamu.
Lokasi fasilitas solar ice maker yang relatif mudah dijangkau dibanding lokasi pabrik es balok di Kupang juga memungkinkan nelayan untuk menghemat biaya operasional. Penghematan ini secara langsung turut berdampak baik bagi penurunan penggunaan bahan bakar kapal yang bersumber dari energi fosil.
Solar ice maker di Sulamu telah resmi beroperasi sejak Mei 2022 dan sebagai tindak lanjut, kajian dampak sosial ekonomi dilakukan untuk melihat peran dan kontribusi fasilitas solar ice maker bagi nelayan setempat.
