“Kenyataannya adalah bahwa ada banyak orang di sana yang menentang penjajah Rusia dan menyadari bahwa waktu pembebasan mereka mungkin sudah dekat dan terus mengambil bagian dalam mengusir kekuatan militer asing,” katanya.
Klaim kerusuhan di Krimea itu terjadi lebih dari sebulan setelah Kelompok Wagner tentara bayaran Rusia mencoba memberontak melawan Moskow pada akhir Juni. Meski pemberontakan gagal, banyak pengamat yang mencirikannya sebagai salah satu tantangan langsung terbesar terhadap kekuasaan Putin.
“Masalah Putin menjadi semakin diperparah tidak hanya oleh perang di luar negeri tetapi juga oleh partisan domestik yang berusaha untuk membuang ‘kuning telur’ Kremlin,” tambah Smart merujuk aksi melawan pemerintah.
Sementara itu, Putin juga dihadapkan pada perbedaan pendapat di dalam negeri setelah Rusia dilanda serangkaian serangan baru-baru ini terhadap kantor pendaftaran militer. Tercatat, percobaan serangan pembakaran pusat pendaftaran militer dilaporkan terjadi di St. Petersburg, Kazan, wilayah Moskow dan lokasi lainnya.

