Lebih lanjut Rektor menyampaikan, kalau semua masyarakat menggunakan kendaraan maupun peralatan lain yang tidak mengeluarkan polusi, maka dunia menjadi bersih.

Terlebih, tegas dia, Sekjen PBB Antonio Guterres sudah mewanti-wanti bahwa dunia sudah tidak lagi menghadapi pemanasan global. Melainkan ada di era global boiling. “Terjadi panas yang luar biasa di dunia dengan jumlah korban yang cukup besar. Kalau kondisi tersebut tidak segera diatasi, itu akan sangat berbahaya,” tagasnya.
“Itu baru kondisi sekarang. Nah puluh tahun mendatang jika tidak ada perbaikan penggunaan energi terbarukan, dikawatirkan lebih parah lagi. Ini (EV) untuk mengantisipasi masa depan,” jelasnya.
Karena itu, ujar Rektor, dirinya probadi berharap kampus-kampus besar dengan peralatan laboratorim yang lengkap mau bersama-sama bergerak menyosialisasikan dan berkontribusi dalam percepatan terwujudnya zero emission.
“Kami juga akan mengomunikasikan ini (kendaraan ramah lingkungan) kepada masyarakat melalui disiplin ilmu sosial, sosial ekonomi, politik, lingkungan dan lainnya. Karena itu seminar ini, multidisiplin ilmu yang harus bicara dari bidangnya masing-masing,” papar Prof Suharyadi.
