Roscosmos, badan antariksa Rusia, mengatakan pihaknya ingin menunjukkan bahwa Rusia “adalah negara yang mampu mengirimkan muatan ke bulan,” dan “memastikan jaminan akses Rusia ke permukaan bulan.”
“Penelitian soal bulan bukanlah tujuannya,” kata Vitaly Egorov, analis antariksa Rusia terkemuka.
“Tujuannya adalah persaingan politik antara dua negara adidaya – China dan AS – dan sejumlah negara lain yang juga ingin meraih gelar ‘adidaya antariksa.’”
Sanksi yang dijatuhkan terhadap Rusia membuatnya kesulitan mengakses teknologi Barat, sehingga berdampak pada program luar angkasanya.
Pesawat Luna-25 awalnya akan mengangkut sebuah kendaraan penjelajah bulan berukuran kecil, namun ide itu lalu dicoret demi mengurangi beban pesawat untuk meningkatkan keandalannya, kata analis.
“Perangkat elektronik asing lebih ringan, (sedangkan) perangkat elektronik dalam negeri lebih berat,” kata Egorov.
“Sementara para ilmuwan mungkin punya tugas untuk meneliti air di bulan, bagi Roscosmos, tugas utamanya sesederhana mendarat di bulan, untuk memulihkan kepiawaian Soviet yang hilang dan belajar melakukan tugas ini pada era yang baru.”
