Iwan Syahril menjelaskan bahwa Asesmen Nasional harus menciptakan iklim apa adanya, rileks, tidak perlu cemas, dan tidak perlu persiapan khusus yang menegangkan, karena Asesmen Nasional bukan penentu kelulusan, serta tidak ada konsekuensi pada nilai.
“Program ini adalah partisipasi bersama-sama sebagai upaya untuk memajukan pendidikan dengan hasil refleksi bersama-sama, mendorong kolaborasi dengan semua pihak. Jadi, Asesmen Nasional benar-benar berfungsi untuk melihat potret yang lebih utuh tentang kualitas hasil belajar serta proses pembelajaran di sekolah, yang kemudian dijadikan umpan balik yang berguna bagi sekolah dan dinas pendidikan dalam proses evaluasi diri dan perencanaan program,” ujar Iwan Syahril.
Dalam rangka menyukseskan Asesmen Nasional 2023, Iwan Syahril mengajak seluruh pihak terkait untuk saling mendukung, demi peningkatan mutu dunia pendidikan Indonesia. Ia mengungkapkan, pelaksanaan Asesmen Nasional memerlukan partisipasi bersama.
Koordinasi, sosialisasi, serta kolaborasi dari semua pihak dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, termasuk Asesmen Nasional.
Sejalan dengan hal tersebut, manfaat dari Asesmen Nasional juga dikemukakan oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maria Dolorosa T. N. Ledjepen.
