“Untuk komitmen, kami siap jangka menengah dan jangka panjang. Saat ini potensi untuk negara seperti Indonesia, profilnya masih dominan di pembiayaan UMKM sehingga BRI akan tetap komit dan fokus pada pembiayaan segmen ini. Saat bersamaan, ke depan kami akan terus memperbesar green portfolio,” tuturnya.
Di sisi lain, sebelumnya BRI telah melakukan penghimpunan dana berbasis ESG melalui penerbitan Sustainability Bond senilai USD 500 juta pada 2019. Adapun hingga 2022, dana yang terhimpun dari penerbitan bond disalurkan dalam bentuk kredit ke sektor hijau sebesar 25,7 persen dan ke sektor sosial sebesar 74,3 persen.
Tahun 2022 lalu, BRI menerbitkan green bond berkelanjutan I tahap I senilai Rp5 triliun. Di mana 80 persen dana yang terhimpun, disalurkan ke Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL), dan 20 persen disalurkan ke sektor sosial.
Lebih lanjut Solichin menyampaikan bahwa BRI melakukan rangkaian penawaran umum obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan (green bond) tahap II tahun 2023 senilai Rp6 triliun. Surat berharga ini merupakan bagian dari penawaran umum green bond berkelanjutan I yang membidik dana total sebesar Rp15 triliun.
