“Awalnya saya miris melihat di komplek rumah kami, sampah yang sering bertebaran dan berterbangan kalau ada angin besar. Tak hanya berbau tapi lingkungan juga terlihat kumuh,” kata perempuan disapa Vero, Jumat (20/10).
Namun semua persoalan itu tidak mematahkan semangatnya. Belajar dari Bank Sampah di Rawa Jati, Jakarta Selatan dan Duren Sawit, Ibu tiga anak itu belajar mengadaptasi pengolahan Bank Sampah dan pemilahan sampah yang kemudian diterapkan di wilayah lain, dekat pemukimannya.
“Saat itu saya belum dibina Sudin LH (Lingkungan Hidup). Saya studi banding sendiri,” ujar Vero.
Kemudian dia mulai mendapatkan angin segar ketika setiap wilayah wajib memiliki Bank Sampah dan dirinya mendapatkan dukungan dari masyarakat dan pejabat setempat. Vero pun mulai membangun Bank Sampah bersama teman-temannya di RW 08 Kelurahan Cijantung.
Vero memilih jalannya berjuang membantu pemilahan sampah karena dia meyakini bahwa kalau bukan dimulai dari diri sendiri, akan sulit membantu perubahan di masyarakat.

