“Sampai saat ini tercatat sudah belasan ribu korban sejak Israel menghujani Jalur Gaza pada sejak bulan lalu. Sebagian besar korban tersebut wanita dan anak-anak,” tambah Zuhair.
Bahkan, lanjutnya, Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza juga di bom. Ini sudah kelewatan karena jumlah korban sangat besar dan membuat rakyat Palestina yang sudah bertahun-tahun diintimidasi makin sulit mendapatkan akses kesehatan.
“Tindakan ini melanggar hukum internasional karena rumah sakit termasuk fasilitas umum yang memberikan layanan kesehatan dan kemanusiaan. Rumah sakit harus dilindungi, bukan dihancurkan,” tegasnya.
Karena itulah, Zuhair mendorong komunitas internasional untuk menekan Israel lebih keras lagi agar Israel mematuhi hukum internasional. Ucapan terima kasih pun diucapkan oleh Zuhair untuk dukungan dan solidaritas dari seluruh komponen negara Indonesia termasuk pemerintah, akademisi, dan seluruh WNI.
“Peran komunitas internasional sangat penting. Termasuk peran Indonesia yang memang sejak dahulu mendukung kemerdekaan Palestina,” lugasnya.
