Hal ini terbukti ketika Universitas Moestopo mendapatkan ASIC Inclusivity Award dari Accreditation Service for International Schools, Colleges & Universities yang berpusat di Inggris.
“Tantangan untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan tetap besar. Ketegangan terus berlanjut, dan generasi baru tumbuh di tengah konflik yang berkepanjangan. Hal-hal tersebut harus menjadi perhatian kita bersama demi mewujudkan dunia yang damai bagi semua,” kata Nadirah.
Argumen Nadirah itu sejalan dengan Ketua Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII), Agus Haryanto. Menurut Agus saat ini dunia tengah menghadapi ketegangan dan pertikaian yang dapat mengoyak kemanusiaan dan keadilan global.
AIHII, yang pendiriannya juga dimotori oleh Prodi HI FISIP Universitas Moestopo, secara tegas mengutuk tindakan agresi yang dilakukan oleh kedua pihak dan mendesak kedua belah pihak untuk mempertimbangkan ‘Solusi Dua Negara’ sebagai landasan utama negosiasi demi mencapai perdamaian yang berkelanjutan dan adil bagi kedua bangsa.
