Tidak hanya menggunakan senjata tajam seperti celurit dan parang, para pelaku juga saling serang menggunakan benda tumpul sehingga banyak warga yang khawatir terdampak.
“Warga yang pada punya toko di sekitar lokasi juga langsung menutup tokonya karena takut. Kayaknya yang luka itu kena celurit, karena pas kejadian banyak yang bawa celurit panjang,” beber dia.
Agus menambahkan, tawuran dua kelompok remaja di Jalan Dewi Sartika ini merupakan tuk kesekian kali terjadi, karena pada Kamis (9/11/2023) malam terjadi kasus serupa.
Bahkan beberapa waktu lalu Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur sempat mengamankan dua pemuda dengan barang bukti senjata tajam di sekitar lokasi, tapi para pelaku seakan tak pernah jera.
“Sebenarnya tawuran di (Jalan) Dewi Sartika ini sudah dari lama. Tahun 2017 sampai ada yang kepalanya tertancap celurit. Tapi beberapa tahun terakhir sepi, terus sekarang ramai lagi,” tandasnya.
Berdasar penyelidikan jajaran Unit Reskrim Polsek Kramat Jati tawuran di Jalan Dewi Sartika melibatkan antar kelompok remaja dari warga Kelurahan Cawang dengan Kelurahan Cililitan.
