Tapi warga Kebon Pala yang sudah puluhan tahun menjadi korban banjir Kali Ciliwung, ketinggian 65 sentimeter merupakan hal normal bila Bendungan Katulampa berstatus Siaga 3.
Ketinggian air di permukiman warga Kebon Pala tidak berkurang meski proyek Sodetan Kali Ciliwung yang disebut dapat mengalihkan debit air Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT).
“Menyayangkan (proyek Sodetan Ciliwung tidak terasa manfaatnya), tapi saya enggak bisa ngomong apa-apa. Itu kan pemerintah punya,” keluh Sanusi.
Sanusi menegaskan, banjir merendam di permukiman akibat luapan Ciliwung ini sudah ke empat kalinya terjadi selama rentan bulan November 2023.
Paling parah pada Minggu (5/11) saat warga Kebon Pala terendam banjir dengan ketinggian 175 sentimeter imbas debit air kiriman dari Bogor, Depok, dan hujan lokal di Jakarta.
“Sejauh ini belum ada warga yang mengungsi,” ungkap Sanusi.
Mengacu laman pu.go.id pembangunan Sodetan Ciliwung dilakukan dengan membuat terowongan sepanjang 1.268 meter dengan 2 jalur pipa masing-masing berdiameter 3,5 meter.
