Sementara, untuk berapa lama pendirian tenda darurat di lokasi kebakaran akan dilihat kondisi situasionalnya. Jika dirasa dalam 4 hari berkurang tidak ada warga yang mengungsi, karena warga terdampak tidak mau berlama-lama ditenda. Kemudian jika 5 hari selesai, maka tenda bakal ditutup.
“Namun terpenting adalah BPBD DKI akan kordinasi melakukan pembersihan puing-puing sisa kebakaran, saya sudah meninjau lokasi. Tentunya rawan ya ada beling, kaca, kawat-kawat, dan besi,” ungkap Isnawa.
Menurutnya, akan berbahaya juga bagi warga yang terdampak ketika masih mengais sisa-sisa kebakaran dan terlihat ada juga sejumlah bangunan yang rawan roboh.
“Saya sudah kordinasikan Pak RW, Pak RT agar bangunan yang rawan itu dirobohkan di lokasi karena membahayakan keselamatan warga,” tuturnya.
Sementara itu, aparat Polsek Tebet juga sudah memberikan garis police line di TKP, agar warga terdampak tidak memasuki bangunan yang rawan roboh dari material yang berisiko itu.
“Karena masih dalam taraf penyelidikan, itu harus diantisipasi juga,” pungkas Isnawa. (Joesvicar Iqbal)
