Prof. Robert melihat potensi besar pada tanaman padi dan singkong untuk mengatasi hal tersebut. Limbah padi dan singkong dapat diolah menjadi biochar. Melalui pendekatan pengaplikasian biochar pada tanah salin, hasil pertanian dapat ditingkatkan secara signifikan.
Studi kasus ini dijelaskan Prof. Robert di wilayah Ketapang, Kalimantan Barat, yang menunjukkan peningkatan hasil padi dari satu ton per hektare menjadi dua ton per hektare per panen menggunakan pendekatan ini.
Selain menjadi solusi bagi tanah salin, Prof. Robert menjelaskan bahwa dua tanaman pangan tersebut memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk bernilai tinggi. Berbagai komponen dari tanaman tersebut, seperti jerami padi dan bekatul dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti pati, etanol, DME (Dimethyl Ether) hijau, hidrolisat protein, enzim, bio-komposit, arang, nano silika, dan produk biologis bernilai tinggi lainnya.
Konsep simbiosis industri juga menjadi fokus dalam pemaparan Prof. Robert. Ia menekankan pentingnya pertukaran dan berbagi sumber daya antarsistem produksi yang sebelumnya tidak terhubung. Selain itu, dengan mendekatkan pabrik-pabrik pengolahan biomassa ke area produksi tanaman, potensi ekonomi dan sosial di pedesaan dapat dikembangkan secara signifikan.

