Selain itu, iklim demokrasi Indonesia juga semakin dewasa. Tercermin dari pelaksanaan pemilu yang menjadikan rakyat sebagai kedaulatan utama. Rakyat secara langsung bisa memilih presiden, wakil presiden, anggota DPR/DPRD, dan kepala daerah.
Begitu juga dengan perkembangan partai politik. Kata Fathul, hal ini mencerminkan bahwa keran demokrasi dibuka seluas-luasnya. Buktinya, ada beberapa partai baru yang memenuhi syarat lolos mengikuti Pileg 2024, dan bahkan tidak ada penjegalan terhadap anak bangsa yang ingin menjadi capres dan cawapres.
Lebih lanjut, tundigan bahwa pemerintahan Presiden Jokowi seperti orba bertolak belakang dengan hasil survei tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi yang sangat tinggi, meski di akhir masa jabatannya.
Contohnya, hasil survei terbaru LSI Denny JA menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi justru meningkat di tengah kritik terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal syarat usia Capres-Cawapres.
Dalam survei LSI. Pada Juni 2023, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi berada di angka 76,9 persen, di bulan Oktober dan November 78,6 persen. Selain itu, survei Indikator Politik Indonesia. Hasilnya, 75,8 persen responden menyatakan puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi di berbagai bidang. Bahkan, kepuasan terhadap pemerintahan Jokowi di Maluku dan Papua bahkan mencapai 80 persen.
