Suradi menjelaskan, karena orang biasanya jualan kopi sachet, masih jarang yang berdagang kopi giling ketika itu. Dalam benaknya, dia berkeinginan kuat agar Pasar Santa suatu saat akan banyak dikunjungi pembeli Warga Negara Asing (WNA) hingga pasar ini menjadi destinasi wisata.
“Saya ingin Pasar Santa melegenda, jadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi WNA dan menjadi ikon kopinya dunia,” kata pria kelahiran tanggal 25 Januari 1972 itu.
Dulu Suradi melihat berbagai biji kopi yang dihasilkan oleh para petani melimpah di Indonesia, sehingga dia ingin mengumpulkan berbagai kopi di Indonesia itu bisa ada pada satu tempat hingga menjadi tempat wisata contohnya seperti Bali. Maka terciptalah nama ‘Dunia Kopi’ ini di Pasar Santa.
“Ternyata nama adalah doa, seperti menamai seorang anak kan harus bagus ya, mendoakan anak yang soleh,, jadilah Dunia Kopi ini,” ungkap pria asal Grobogan, Jawa Tengah itu.
Tak berhenti sampai di situ, Pakde Suradi tak lupa selalu berusaha, belajar terus bukan hanya mendalami tentang taste (rasa) kopi itu sendiri bagaimana. Tetapi dia terus meng-upgrade diri, belajar pascapanennya kopi, lalu marketingnya di luar negeri seperti apa, permintaannya bagaimana dan seperti apa.