“Paling tidak Indonesia harus ada 10 orang seperti saya, menjadi putra-putra terbaik bangsa di dunia kopi, jadi provokator kopi, menjadi duta kopi Indonesia agar produk kopi Indonesia dijual dengan kualitas harga terbaik dan ada nilai plus di mata dunia internasional,” tambahnya.
Menurutnya, sejauh ini kopi Indonesia terus mengalami peningkatan, karena jika disandingkan antara kopi Indonesia dengan kopi luar negeri berada di angka 11-12, soal rasa tidak jauh berbeda, boleh diadu.
“Kopi Pak Ayi Sutedja di Atlanta saja bisa menang, jadi kopi Indonesia ini bagus, ya merah putih, tidak bisa dong, taste serta aroma kopi kita ini mantap, bersaing dong dengan kopi luar negeri,” ujar Suradi bangga.
Kopi Indonesia itu juga memiliki histori tersendiri, ada nilai seni tersendiri. Orang jika mencintai kopi tak hanya sekadar meminum kopi, bisa dinikmati dari rasa, aroma, maupun sensasinya.
“Jika melihat kopi itu layaknya seniman tak hanya sekadar minum saja ya,” akunya.
“Tastenya cokelat, black tea, sweat fruit tea, misalnya itu, tetap ada seninya,” ungkapnya.