“Karena teman-teman kesulitan kan ketika mencari, mencoblos. (khususnya surat suara) DPR RI dan DPD (karena jumlah caleg banyak). Sementara sekarang tidak disosialisasikan,” kata Muliawan.
Sejak awal bulan Desember 2023 lalu Pertuni Jakarta Timur sebenarnya sudah berupaya meminta kepada KPU Jakarta Timur selaku penyelenggara untuk mengadakan simulasi pencoblosan.
Tapi sampai sekarang permintaan itu tak kunjung terealisasi sehingga mereka tidak memiliki gambaran bagaimana bentuk surat suara PPWP, DPD, DPRD, dan DPR RI.
Pertuni DPC Jakarta Timur juga belum mendapat informasi resmi dari pihak KPU Jakarta Timur terkait ada atau tidaknya template surat suara braille pada pelaksanaan Pemilu 2024.
“Sepertinya untuk (surat suara) DPRD dan DPR RI tidak menyediakan, hanya menyediakan capres. DPD saya juga enggak tahu ada template atau enggak. Harusnya sih ada,” tutup Muliawan. (Joesvicar Iqbal)
