“Apa yang melatar belakangi ini, kenapa harus seperti satu mata uang dua sisi, jadi moralitas dalam kehidupan sangat penting, dan di dalam politik itu harus ada. Sebab kalau rule of law lemah, kalau politisinya mempraktikkan rule by law maka dia sudah bertransformasi menjadi bandit, politisi bandit,” terangnya.
Didik menjelaskan bahwa ada teori perilaku politisi, yakni pertama empire builders motivation, kemudian budget maximizing motivation. “Menguasai budget berarti menguasai teritorial, empire menguasai kekuasaan. Ketika masuk ke sana seperti bisnisman motifnya adalah profit, itu sangat boleh. Politisi memaksimumkan empires-nya juga boleh. Tapi itu bersentuhan dengan moralitas, dan ketika moralitasnya hilang, yang memandu adalah rule of the game, demokrasi dan seterusnya.” Imbuhnya.
Narasumber lainnya, Abdul Gaffar Karim, dosen Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada menyampaikan bahwa moralitas tertinggi yang harus dipegang adalah demokrasi, yakni kedaulatan di tangan rakyat, kehendak rakyat yang berjalan bukan kehendak segelintir orang
