“Selain rasanya yang nikmat, sajian Kopi Bathok juga memiliki filosofi mendalam. Mempertemukan antara gaya hidup milenial yang disimbolkan kopi latte, dengan merawat tradisi leluhur yang disimbolkan dengan cangkir bathok kelapa serta penggunaan gula aren,” jelas Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Legislator DPR Dapil 7 Jawa Tengah (Purbalingga, Kebumen, Banjarnegara) itu.

Pendiri Kampus Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA) dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini menerangkan, untuk sajian kulinernya, Kopi Bathok menawarkan garang asam hingga tempe kecambah hitam. Harganya sangat terjangkau dan ramah dikantong, tanpa mengurangi kenikmatan sajian kulinernya
“Lokasi Kopi Bathok sangat strategis karena berada ditengah kota Purbalingga, sehingga sangat mudah diakses. Tempatnya juga luas, dengan pilihan tempat berupa joglo dan gazebo. Tidak heran jika pengunjung yang datang merasa nyaman dan betah berlama-lama disini, karena suasananya serasa di rumah sendiri,” pungkas Bamsoet. (ahmad)
