Selain itu, Ismaini mengungkapkan bahwa pada skema SNBT, kini pendaftar memiliki opsi untuk mendaftarkan diri pada maksimal empat prodi. Dengan ketentuan, pendaftar harus memilih dua program akademik (sarjana) dan dua program vokasi (D3 dan D4 atau sarjana terapan).
Sedangkan bila memilih tiga prodi, maka diwajibkan memilih dua program akademik dan satu program vokasi atau sebaliknya dua program vokasi dan satu program akademik. “Pada intinya semua program sama saja sehingga agar pembagiannya merata kita berlakukan aturan ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ismaini menyampaikan bahwa terkait subtes yang diujikan pada SNBT sendiri tidak mengalami banyak perubahan dari tahun sebelumnya.
Pada tahun ini, subtes yang diujikan masih terdiri dari Tes Potensi Skolastik (TPS), Literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta Penalaran Matematika. “Tambahannya hanya nanti di Matematika akan ada isian singkat,” ujarnya.
Terakhir, Ismaini yang juga dosen Departemen Statistika ITS ini mengingatkan bahwa seluruh tahapan telah dibagikan sejak awal untuk mencegah terjadinya kelalaian dan keterlambatan.
