Lebih lanjut, Anies juga menegaskan pentingnya proses daripada hasil akhir. Proses yang jujur adil dan bersih menurutnya akan dilegitimasi oleh semua pihak dan memberikan inklusivitas dalam hasilnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berpendapat tanpa proses yang kredibel, legitimasi calon yang terpilih atau keputusan bisa menyebabkan keraguan. Ia pun menyebut kepemimpinan yang lahir dari proses dengan penuh kecurangan akan menghasilkan rezim yang penuh dengan ketidakadilan.
“Kepemimpinan yang lahir dari proses yang ternodai dengan penyimpangan, dengan kecurangan, akan menghasilkan rezim yang outputnya nanti, keluarannya nanti adalah kebijakan-kebijakan yang penuh dengan ketidakadilan,” kata Anies.
Anies juga menegaskan pernyataannya bersama Cak Imin malam ini bukan sebagai sikap penyangkalan dan tidak menerima kekalahan. Mereka menurutnya hanya tidak ingin membiarkan penyimpangan atas demokrasi itu berlalu-lalang.
“Biarlah cukup berhenti sampai sini. Jangan ada pembiaran. Bila penyimpangan pelanggaran dibiarkan, dia menjadi kebiasaan,” ujar Anies.
