Tidak mematok ekspektasi dari pembacanya, Mpokgaga mengungkapkan tujuannya dari peluncuran tiga edisi Amigdala esensinya tetaplah sama yakni berbagi cerita. “Setiap cerita memiliki porsi residu yang saya rasa sama “beratnya”. Ekspektasi tertinggi saya tentang semesta Amigdala hanyalah bagaimana saya tetap bisa membagikan cerita yang sebenar-benarnya, dan siapapun bisa mengalaminya,” tuturnya.
Buku “Amigdala: Residu Yang Bersemayam” karya Mpokgaga ini sudah bisa didapatkan dalam bentuk fisik pada tanggal 21 Februari 2024 via Shopee dan Tokopedia.
Mega Arnidya sendiri biasa dikenal sebagai Ega Mpokgaga ataupun Mpokgaga, adalah seorang seorang penyintas kekerasan dalam rumah tangga sekaligus pekerja penuh maupun paruh waktu di industri Advertising & Digital Marketing selama lebih dari 14 tahun. Ia berkesempatan untuk menetap di Ubud sejak 2021 lalu, dan masih terus belajar untuk tidak tergesa-gesa dalam melakukan apapun di hidupnya. (tim)
