“Satu yang masih dalam pencarian ini sebenarnya dari 10 anak yang sedang bermain air saat pasang. Sembilan ditemukan namun yang satu ini diduga hanyut dan sekarang dalam pencarian,” ujar Balap.
Menurut Balap, bencana banjir yang terjadi di Kota Palangkaraya sudah terjadi sejak tiga minggu lalu. Dua kelurahan Sebaru dan Banturung menjadi wilayah kali pertama terdampak banjir akibat cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan intensitas tinggi disertai petir serta angin kencang.
Kelurahan Sebaru dan Banturung terendam banjir selama hampir dua minggu lamanya. Namun kondisi sekarang ini sudah terpantau surut. Lokasi kedua kelurahan ini juga berada di dataran yang lebih tinggi.
“Ada dua kelurahan, Sebaru dan Banturung yang mengalami penurunan tinggi muka air. Kedua kelurahan itu ada di dataran tinggi, sehingga genangan sudah berangsur surut. Hampir dua minggu terendam dan saat ini sudah surut total,” tukas Balap.
Banjir di wilayah lain juga terjadi pada Sabtu (9/3) dan masih terjadi hingga hari ini. Balap melaporkan hingga saat ini masih ada 16 kelurahan yang terendam banjir. Ke-16 kelurahan itu berada di bantaran Sungai Kahayan dan Sungai Rungan yang meluap karena limpasan debit air dari wilayah hulu berada di Kabupaten Gunungmas.

