“Kalau saya pikir lebih dari satu orang karena ngangkat televisi gak mungkin satu orang, apalagi ukurannya 65 inci. Pasti dia bukan naik motor, bisa (bawa) gerobak, kendaraan roda tiga, bisa roda empat,” tukasnya.
Satu-satunya petunjuk tentang pelaku di rumah pemenangan relawan Prabowo-Gibran itu merupakan jejak kaki. Tapi dia belum bisa memastikan darimana pelaku bisa masuk, hanya saja terdapat plafon yang rusak di ruangan Kepala Bagian Rumah Tangga. Diduga pelaku memaksa masuk ke ruangan itu.
“Kerusakan itu pintu, jendela bagian dalam, lalu ada lemari, loker. Mereka juga berantakin kaos-kaos kita, kaos relawan, tadinya dalam karung, itu semua dikeluarin dari sana, pada saat ambil TV, dirusak juga itu, soalnya pakai briket kan,” tandasnya.
Dia menambahkan, selain gagang pintu depan rusak, tak ada gembok terbuka di bagian pintu-pintu teralis maupun pagar depan. Tak ada rekaman CCTV dalam rumah pemenangan, hanya saja ada kemungkinan CCTV di luar rumah atau di jalanan, tapi jadi kewenangan polisi untuk mengeceknya.
