Adanya tantangan ketidakpastian perekonomian global, kondisi geopolitik, peperangan, perubahan iklim, yang akhir-akhir ini terjadi, berdampak pada turunnya nilai ekspor furnitur Indonesia. Nilai ekspor furnitur Indonesia pada tahun 2023 hanya mencapai USD 2,1 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 23% dibandingkan tahun 2022.
ASMINDO tetap optimis dapat meraih target 1% pangsa pasar furnitur dunia, yaitu sekitar USD 7 miliar dimasa yang akan datang. Tentu saja hal ini membutuhkan dukungan bahan baku yang memadai, teknologi canggih, dan akses pasar produk Indonesia yang lebih besar, khususnya di Amerika dan Eropa.
90% anggota ASMINDO merupakan pelaku UKM. Oleh karena ini ASMINDO berharap dengan hadirnya AHEC saat ini, dapat memfasilitasi dan membantu para pelaku UKM khususnya anggota ASMINDO untuk dapat memanfaatkan American hardwood secara optimal, dan tentunya dengan disertai program-program pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan, sehingga para pelaku UKM dapat mengakses pasar yang lebih besar, khususnya pasar Amerika dan Eropa.
