Mereka khawatir bila menegur maka para pelaku kian beringas dan balik menyerang, sehingga warga terpaksa hanya diam meski ulah konvoi dilakukan mengganggu arus lalu lintas.
“Kita mau negur juga mikir-mikir. Katanya sih pas di (wilayah Kelurahan) Pondok Kelapa mereka sempat dikejar sama polisi. Tapi enggak tahu ada yang ditangkap atau enggak,” tutur Indra.
Ketakutan warga bukan tanpa sebab mengingat kasus kelompok remaja membawa bendera dan petasan di Jakarta Timur menjelang berbuka puasa dan sahur ini bukan pertama kalinya terjadi.
Pada Senin (1/4) dini hari saja ratusan remaja menyerang warga di Jalan Lapangan Tembak, Cibubur, Ciracas, lantaran tidak terima sewaktu ditegur tidak berkendara ugal-ugalan.
“Makanya serba salah. Kita bukan mau mendiamkan, tapi gimana cara bubarinnya kalau mereka jumlahnya ratusan. Mereka saja lewat kantor polisi berani, apalagi sama warga,” katanya.
Menanggapi hal itu, pada awak media, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan pentingnya peran orangtua dalam pengawasan agar anak-anak tidak melakukan hal buruk.
