“Kami diperintahkan Kasat Reskrim pada hari ini untuk melakukan penyedotan air yang berada di basement. Sehingga saat Laboratorium Forensik akan melakukan olah TKP area basement sudah clear, tidak ada air,” ungkap Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol David Y Kanitero pada awak media di lokasi, Minggu (21/4).
“Sabtu kemarin tim penyidik melakukan pengecekan TKP, keterangan para saksi sumber api pertama kali berada di basement. Oleh karena itu, penyidik melakukan pengecekan ke basement dan didapati area basement masih tergenang air dengan ketinggian 150 sentimeter. Karena itu dari tim laboratorium forensik baru akan melakukan olah TKP pada Senin 22 April 2024,” tambah Kapolsek.
Terlihat penyedotan itu dialirkan ke gorong-gorong yang berada di depan toko bingkai. Para petugas menggunakan dua unit pompa apung kapasitas 50 liter per detik, dan satu unit pompa mobil 100 liter per detik.
Penyedotan itu melibatkan Dinas Lingkungan Hidup hingga Damkar. Dan penyedotan air ini juga diharapkan tidak merusak TKP.

