“Saya ingin betul-betul memohon maaf untuk segala yang terjadi dan kalau ada salah ucap, salah pengertian, salah diksi, dan segala macam salah dalam percakapan saya dalam ceramah saya kepada umat muslim maupun umat lain juga yang merasa terganggu dengan ceramah itu. Sekali lagi saya mohon maaf,” papar Gilbert.
Gilbert menegaskan bahwa dirinya sama sekali tak berniat untuk melecehkan agama Islam. Ia pun menyayangkan kepada pihak yang telah memotong video khotbahnya hingga viral di media sosial.
“Saya tidak ada niat, saya menghormati, mencintai dan menghargai umat mayoritas dalam hal ini umat Muslim,” jelasnya.
Di hadapan pimpinan MUI, Gilbert pun meminta maaf karena telah membuat kegaduhan. Pada saat yang sama, ia juga meminta kepada para pimpinan MUI untuk diberikan petunjuk, bimbingan, arahan dan jalan keluar yang terbaik agar keadaan ini tidak menimbulkan amarah dan situasi yang lebih panas.
“Untuk mempermudah dan memperindah kebersamaan kita, saya hadir dan menyampaikan maaf kepada MUI yang mewakili ormas Islam di Indonesia,” imbuhnya.
