“Senang dapat kunjungan dari CdM dam pimpinan cabor. Ini jadi motivasi saya untuk giat berlatih. Ini Olimpiade pertama dan kita ketahui Omnium jadi yang terberat di nomor track. Saya jadi satu-satunya wakil di Asia Tenggara dan tentu saya juga berharap yang terbaik bisa memberikan medali,” timpal Bernard.
Lolosnya Bernard di Olimpiade telah mencatat rekor tersendiri setelah 20 tahun absen di Olimpiade. Kali terakhir atlet Indonesia yang lolos pada Olimpiade Athena 2004 yakni Santia Tri Kusuma yang turun di nomor point race putri.
Di Olimpiade Benhard akan didampingi Pelatih Dadang Haries Poernomo, Asisten Pelatih Projo Waseso dan Masseure Harwin Arianto.
Dijelaskan Budi Saputra, rencananya 19 Juni, Bernard akan mengikuti Kejurnas balap sepeda di Batam nomor ITT dan Road Race. Kemudian Bernard akan langsung terbang ke Eropa untuk melakukan pemusatan Latihan, 27 Juni.
Selama di Eropa, Bernard akan mengikuti beberapa kejuaraan. Di Italia akan mengikuti perlombaan track bertajuk Fiorenzuola International Track Women & Track pada 29 Juni-4 Juli 2024.
