“Kita harus bekerja sama untuk menghapus segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi kepada anak. Olehnya itu, mari kita ciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan mereka secara optimal, baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Mari kita menjadi contoh yang baik bagi anak-anak, untuk memberikan hak-hak bagi anak, mewujudkan anak yang terlindungi dan bahagia,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Sulsel, Anggriani, mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi Sulsel kali ini berbeda dari sebelumnya.
“Sesuai arahan dan petunjuk dari Ibu Pj Ketua TP PKK Sulsel, kita merangkul semua organisasi pemerhati perempuan dan anak untuk ikut serta dalam memeriahkan hari anak ini,” ujarnya.
Saat ini, kata dia, sejumlah permasalahan bagi anak menjadi tantangan bangsa untuk mewujudkan generasi yang tangguh dan berkualitas dalam mencapai Indonesia Emas tahun 2045.
