“Anak merupakan generasi penerus dan aset masa depan bangsa, sehingga keberhasilan pembangunan anak akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa yang akan datang,” terangnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak melindungi anak dari berbagai masalah yang rentan terjadi. Diantaranya kekerasan anak, pernikahan dini, dan anak yang terlibat dalam kasus hukum.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong lembaga kemasyarakatan, dunia pendidikan dan media massa untuk terus bersama-sama melakukan kinerja aktif yang berimplikasi terhadap tumbuh kembang anak serta perlindungan khusus menuju Indonesia layak anak,” ujarnya.
DP3A Dalduk KB Sulsel pun mengajak kepada seluruh lembaga baik kepada pemerintah maupun non pemerintah organisasi atau lembaga masyarakat untuk meningkatkan komitmennya dalam rangka bersama-sama mengupayakan pemenuhan dan perlindungan anak.
“Semua anak sama dan berhak untuk merasakan kebahagiaan. Untuk itu, mari kita bahagiakan anak-anak kita dan bersama-sama menyukseskan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Kita berharap kegiatan ini akan memperkuat sinergitas dan keterlibatan kita dalam menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak untuk Sulawesi Selatan mewujudkan anak terlindungi Indonesia maju,” pungkasnya. (adv)

