Hanya 48% pemilih yang berpartisipasi dalam pemilu 2021 yang membawa Raisi berkuasan, sedangkan hanya ada 41% pemilih dalam pemilu parlemen bulan Maret lalu.
Pemilu itu juga bertepatan dengan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah akibat perang antara Israel dan Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon. Juga meningkatnya tekanan barat terhadap Iran atas program pengayaan uranium yang berkembang pesat.
Diprediksi presiden berikutnya juga tidak akan menghasilkan perubahan besar dalam kebijakan program nuklir atau perubahan dukungan terhadap kelompok milisi di Timur Tengah. Ia hanya menjalankan fungsi pemerintahan sehari-hari dan dapat mempengaruhi kebijakan luar negeri dan dalam negeri Iran. (lumi)
