Menurut warga pada malam hari Edufarm tersebut sehari-harinya memang tidak dijaga petugas Pemkot Jakarta Timur, akses masuk terbuka untuk umum sehingga mudah dijangkau.
“Kondisinya memang gelap karena enggak ada penerangan. Pelaku sama korban masih tinggal di sekitar sini, tapi berbeda RT. Kalau pelakunya belum lama tinggal di sekitar sini,” jelasnya.
Tapi sebelum kasus di Edufarm terungkap, Asih menambahkan, pelaku diduga juga pernah melakukan aksi sodomi serupa pada RPTRA yang masih berada pada kawasan sama.
Beberapa waktu sebelum kejadian warga pernah mendapati seorang anak laki-laki lain berusia sekitar 4 tahun keluar dari RPTRA dalam keadaan menangis dan celana terbuka.
Hal ini ironi karena RPTRA yang awalnya digagas Pemprov DKI Jakarta sebagai ruang publik sekaligus tempat bermain anak justru jadi tempat anak-anak mengalami tindak kekerasan pelecehan.
“Kalau dihitung kayaknya sudah enam kali kejadian, cuma yang paling parah Senin kemarin malam karena dipergoki. Bahkan ada juga beberapa anak yang merekam kejadian tersebut,” tukasnya.

