Senada dengan hal tersebut, Kepala Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Moh. Isom mengatakan penerjemahan itu berawal dari kesadaran tentang pentingnya mendekatkan masyarakat dengan Alquran
Isom berharap dengan adanya terjemahan Alquran bahasa daerah dapat mendorong masyarakat untuk memahami kitab sucinya. Selain itu, termotivasi untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Mengingat masih ada sebagian masyarakat yang lebih nyaman menggunakan bahasa daerah atau bahasa ibu sebagai alat komunikasi, maka terjemahan tersebut dapat memudahkan dalam memahami Alquan serta mengamalkannya,” pungkasnya.
Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Biro Dikmental Provinsi DKI Jakarta, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Ketua Pusat Studi Betawi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi, serta peserta dari Puslitbang LKKMO. (ahmad)
