Direktur Kebijakan Pembangunan Manusia, kependudukan, dan Kebudayaan, Anugerah Widiyanto menjelaskan bahwa saat ini tim sudah sampai pada kajian dampak pemasangan Chattra. Bahkan sedang berjalan pembuatan design dan juga kajian teknisnya.
“Kajian-kajian sebelumnya juga sudah merekomendasikan 3 alternatif dan dari umat Buddha sendiri sudah memilih bentuk dan bahannya untuk chattranya. Kita juga sedang mempersiapkan pemasangannya tapi juga kita sedang menunggu izin dari Kemendikbudristek karena sebagai pemilik artefaknya tersebut,” jelasnya Anugerah Widiyanto.
Anugerah Widiyanto menyampaikan bahwa setelah ada izin pemasangan Chattra akan dilakukan rekonstruksi dari bawah candi dengan bentuk yang sesuai.
” Nanti setelah direkonstruksi dibawah baru akan dibawa ke atas. Tergantung izin rekonstruksinya dulu. Karena target pemasangan mungkin bisa dilakukan seminggu setelah izin keluar,” tandas Anugerah Widiyanto.
Sebelumnya perwakilan Kemenko Polhukam bersama Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha, Nyoman Suriadarma, Direktur Kebijakan Pembangunan Manusia, kependudukan, dan Kebudayaan (BRIN) Anugerah Widiyanto dan Tim telah melihat secara langsung bentuk Chattra konsep van Erp yang berada di Museum Candi Borobudur dan berkunjung ke Vihara Mendut dan diterima oleh YM. Bhante Sri Pannavaro Mahathera. (ahmad)
