Seseorang ini begitu antipati dengan dunia luar sehingga membuatnya tidak dapat berkembang. Hingga di suatu hari, tubuhnya berubah menjadi berwarna aneh dan ternyata warna tersebut merepresentasikan Kota Moskow.
Dari kejadian ini, sambung dia, seseorang tersebut dipaksa untuk mengeksplorasi kota dan akhirnya tersadar dari jeratan pemikirannya sendiri.
Ia membagikan, konsep video ini mengangkat pesan terkait pentingnya eksplorasi diri dan lingkungan yang diselingi dengan pesan promosi terkait pariwisata Kota Moskow.
Kepiawaian Takha menjahit setiap adegan yang dikonsepkannya membuat juri terpukau hingga mendapuknya menjadi juara pada kontestasi yang digelar bersamaan dengan Festival dan Forum bertajuk Territory of the Future Moscow 2030 ini.
Setelah dianugerahi gelar juara atas konsep video yang ditawarkannya, mahasiswi ITS tersebut berkesempatan untuk merealisasikan idenya menjadi video yang nyata.
Dalam waktu satu minggu, Takha dibantu tim panitia diberi waktu untuk menjalankan proses pra-produksi, syuting, hingga pascaproduksi video. “Sebuah pengalaman menyenangkan yang tidak terlupakan sekaligus menegangkan,” ungkapnya.
